Pantai Baron Gunung Kidul Yogyakarta

pantai baron 1

Assalamu’alaikum..

Daerah Istimewa Yogyakarta bagi saya adalah sebuah propinsi yang menyimpan berjuta surga dunia. Saya sangat bersyukur bisa tinggal dan menetap disini. Diantara kota-kota yang pernah saya singgahi, Jogja is the best place for living, disusul dengan Bandung. Bahkan kota kelahiran saya, Semarang pun, saya beri nomer urut kesekian setelah Jogja, hehe. Salah satu surga dunia yang ada di Jogja adalah pantai. Kalau kita searching di google, banyak sekali pantai dengan pemandangan indah yang ada di Jogja. Itu karena Jogja terletak di sebelah selatan pulau Jawa berbatasan dengan laut. Sampai-sampai saya punya resolusi untuk tahun 2016 ini, yaitu menyelesaikan thesis yang terabaikan beberapa bulan ini mengunjungi semua pantai yang ada di Jogja, hehehe.

Saat liburan tahun baru kemarin, saya dan suami berkunjung ke salah satu pantai yang terletak di Gunung Kidul (salah satu kabupaten di Jogja), namanya pantai Baron. Awalnya saya agak ragu berkunjung kesana saat liburan tahun baru, takut jalannya macet, pantainya ramai, dan kebetulan tanggal 1 Januari jatuh di hari Jumat jadi takut siangnya ketinggalan solat Jumat. Sampai-sampai 2 orang teman saya yang tadinya berniat ikut tiba-tiba mengurungkan niatnya, hehe. Dengan tekad yang sudah amat bulat pake banget, akhirnya saya dan suami meluncur berdua saja. Berangkat jam 4.45 setelah subuh (ceritanya saya kesiangan karena telat bangun, rencananya berangkat jam 4an, hehe), melalui perjalanan yang berliku *eaa, akhirnya setelah 2 jam perjalanan sampai juga di pantai Baron. Dan gak disangka, jalanya sepi hehe.

Untuk rute dari Jogja ke pantai Baron ada dua alternatif, yang pertama melalui Jalan Wonosari, selain itu melalui Imogiri. Saat berangkat, kami memilih untuk melewati Jalan Wonosari. Aksesnya mudah karena memang jalur ini umum dilalui wisatawan serta petunjuk arah yang amat sangat jelas. Dari pertigaan jembatan Janti, lurus ke selatan sekitar 4 km ada perempatan, lalu belok kiri ke arah Jalan Wonosari. Kemudian lurus terus mengikuti petunjuk arah yang ada. Saat pulang kami mencoba untuk lewat imogori (sebenernya karena gak sengaja, tadinya kami ingin lewat wonosari, tapi salah arah, hehe). Jalurnya lebih sempit dan berliku dibanding rute sebelumnya.

Tiket masuk pantai Baron ini Rp 10.000,- per orangnya. Kedatangan kami di pantai Baron disambut dengan mendung dan hujan rintik-rintik 🙁 , jadilah kami berteduh dulu sampai hujannya berhenti. Kebetulan di tepi pantai ada tebing, kami berteduh di bawah tebing. Setelah hujan reda, kami mulai berkeliling menyusuri pantai. Di sebelah barat pantai Baron, terdapat muara air sungai bawah tanah (air tawar) sehingga ada suatu tempat pertemuan antara air laut dan air tawar. Banyak pengunjung yang menyewa pelampung dan berenang di muara sungai ini. Pantai Baron ini tekenal dengan ombaknya yang berbahaya, jadi hati-hati kalau ingin mandi atau berenenang di pantai ini.
Karena malas basah-basahan, akhirnya kami memutuskan untuk berjalan-jalan menyusuri tebing. Tapi gak gratis loh untuk naik ke atas tebing, setiap orangnya dikenai biaya Rp 2.000,- . Ada baiknya saat berkunjung ke pantai Baron memakai sandal atau sepatu yang tidak licin. Terutama untuk berjalan di tebing, batu-batunya cukup licin (mungkin karena hujan sebelumnya), jadi harus hati-hati. Dari atas tebing ini pemandangannya wow, banyak spot yang bagus untuk foto-foto.

pantai baron 2

Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 dan kami harus segera pulang, karena siangnya suami harus ke masjid untuk solat jumat. Sekian cerita perjalanan singkat kami ke pantai Baron tahun baru kemarin. Semoga infonya bermanfaat 🙂

Share This:

January 31st, 2016 by

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , ,

%d bloggers like this: