Musiro Fusion Korean Food

IMG_20160119_133529_1453187225200_1453187252828

Assalamu’alaikum..

Siang itu saya bersama teman saya mengunjungi salah satu tempat makan dengan menu masakan Korea yang ada di Jogja, Musiro. Tidak seperti teman saya yang sudah beberapa kali mengunjungi resto-resto Korea, ini adalah kali pertama saya mencicipi masakan yang katanya eksis di negeri gingseng tersebut. Musiro terletak di sebuah gang di sekitar Gejayan, di depan sebuah kedai es buah Ling-Ling. Bangunannya sederhana dan terlihat seperti kos-kosan. Nuansa korea diciptakan dari lagu-lagu yang diputar serta dinding yang dipenuhi poster artis-artis Korea.

Begitu kami duduk, pelayan langsung menyodorkan dua buku menu. Dengan perut keroncongan (padahal saya sudah makan beberapa saat sebelum berangkat menjemput teman saya, hehe), kamipun segera memilih menu yang akan dipesan. Menu yang ditawarkan lumayan bervariasi. Untuk memilih menu saja membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Karena keterbatasan perut dan isi dompet, tidak mungkin kami memesan semua menu yang ada, hehe. Kalau berkunjung ke Musiro, lebih enak mengajak teman yang agak banyak dan memesan menu yang berbeda, sehingga bisa saling mencicipi. Akhirnya pilihan saya jatuh pada menu Tok Ramen, Dak Gangjung, serta segelas Cha (teh). Sedangkan teman saya memilih menu Tokpoki, Sundubu Jjigae, serta segelas Cha untuk mengisi perutnya.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya pesanan kami pun datang. Yang pertama adalah Tok Ramen. Semangkuk mie dengan kuah pedas ditambah topping Tok dan telur. Rasanya seperti mie instan pada umunya kalau menurut saya, but no problem, saya suka bahkan saya habiskan sampai hampir tidak tersisa, hehe. Tidak adanya AC di tempat makan ini membuat saya berkeringat saat menyantap makanan yang panas dan pedas ini.

tok ramen

Pesanan berikutnya adalah Dak Gangjung. Dak Gangjung ini adalah masakan berupa ayam crispy yang diberi bumbu pedas. Awalnya agak aneh rasanya, rasa asam yang sepertinya dari cuka terlalu berasa. Tapi lama-lama enak juga, hehe. Tekstur ayamnya masih kenyal, tidak overcook, cukup enak menurut saya.

dak gangjung

Pesanan kami yang ketiga adalah Tokpoki atau biasa disebut kue beras. Makanan ini merupakan street food yang terkenal di Korea. Bentuknya lonjong kecil-kecil disiram dengan saus pedas ala Korea. Saat gigitan pertama, saya spontan berkata “Ini mah cilok, hehe”. Yaps, rasa tokpoki ini hampir mirip seperti cilok. Bagi penggemar makanan dengan tekstur kenyal seperti cilok, siomay, atau batagor seperti saya, gak perlu ditanya lagi, pasti suka makanan ini.

tokpoki

Pesanan kami yang terakhir adalah Sundubu Jjigae. Yaitu sup dengan rasa pedas dan agak asam yang berisi tahu, seafood/daging sapi, bawang bombay, telur dan sawi. Rasa kuahnya hampir sama dengan Tok Ramen yang saya ceritakan tadi. Namun menurut saya biasa saja, kurang nendang rasa kuahnya.

Harga makanan dan minuman di musiro kisaran Rp 5.000,- sampai Rp 40.000,-. Cukup terjangkau di kantong mahasiswa ketika tanggal muda. Tapi kalau sering-sering bokek juga ya, hehe. Kebetulan saya sempat mengcapture daftar menu di musiro ini.

Nah, demikian review saya mengenai Musiro Fusion Korean Food. Semoga di lain kesempatan bisa mencicipi menu ala-ala Korea di tempat makan yang lain, jadi bisa membandingkan menu-menu dan harganya, hehe. Semoga postingan ini bermanfaat ya 🙂

daftar menu musiro 1 daftar menu musiro 2 daftar menu musiro 3 daftar menu musiro 4 daftar menu musiro 5 daftar menu musiro 6 daftra menu musiro 7

Musiro Fusion Korean Food
JL. Affandi (Gejayan) No. 33, Caturtunggal, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta

Share This:

January 20th, 2016 by

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

%d bloggers like this: